School Info
Thursday, 26 Feb 2026
  • 🕌 Kami segenap Tim Departemen Media & Publikasi Yayasan Bina Insani Kebumen mengucapkan: “Selamat Memperingati Isra’ Mi‘raj Nabi Muhammad ﷺ Tahun 1447 Hijriah” ✨ Semoga peristiwa agung Isra’ Mi‘raj ini semakin meneguhkan keimanan dan ketakwaan kita, memperkuat komitmen dalam menegakkan salat, serta menginspirasi untuk senantiasa berakhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari. Aamiin ya Rabbal ‘alamin. 🌸
  • 🕌 Kami segenap Tim Departemen Media & Publikasi Yayasan Bina Insani Kebumen mengucapkan: “Selamat Memperingati Isra’ Mi‘raj Nabi Muhammad ﷺ Tahun 1447 Hijriah” ✨ Semoga peristiwa agung Isra’ Mi‘raj ini semakin meneguhkan keimanan dan ketakwaan kita, memperkuat komitmen dalam menegakkan salat, serta menginspirasi untuk senantiasa berakhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari. Aamiin ya Rabbal ‘alamin. 🌸
24 February 2026

Berpuasa Mendorong Kebaikan Lahir Batin

Tue, 24 February 2026 Read 22x Artikel
Share this post

Oleh KH Anies Ridwan al Badrie

Ramadan 1447 H/2026 kembali hadir membawa cahaya ketenangan bagi umat Islam. Bulan suci ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan momentum spiritual untuk memperbarui iman, memperhalus akhlak, dan menata kembali orientasi hidup agar lebih terarah kepada ridha Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Perintah puasa memiliki akar sejarah panjang dalam perjalanan umat manusia. Dalam Al-Qur’an, Surah Al-Baqarah ayat 183, Allah berfirman:

“Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”

Ayat ini menegaskan bahwa tujuan utama puasa adalah membentuk ketakwaan-kesadaran penuh akan kehadiran Allah dalam setiap sikap dan keputusan.

Puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga. Ia adalah latihan pengendalian diri yang paling nyata. Manusia yang terbiasa memenuhi kebutuhan secara instan dilatih untuk menunda, menahan, dan mengendalikan. Dari sanalah lahir kesabaran, kejujuran, serta empati terhadap mereka yang hidup dalam keterbatasan.

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Al-Tabarani disebutkan, “Berpuasalah, niscaya kamu akan sehat.” Pesan ini menunjukkan bahwa ibadah puasa tidak hanya berdimensi spiritual, tetapi juga membawa hikmah kesehatan yang semakin dipahami melalui kajian ilmiah modern.

Berpuasa juga memiliki sejumlah dampak positif bagi kesehatan tubuh, di antaranya:

  • Detoksifikasi alami tubuh
    Puasa memberi kesempatan bagi organ tubuh untuk beristirahat dan membantu proses pembersihan racun serta zat-zat berbahaya yang menumpuk akibat pola konsumsi harian.

  • Pengendalian dan penurunan berat badan
    Dengan pengaturan asupan kalori yang lebih terkontrol, puasa dapat membantu menjaga berat badan tetap ideal secara lebih sehat dan bertahap.

  • Meningkatkan sensitivitas insulin
    Puasa membantu tubuh merespons insulin dengan lebih baik, sehingga berkontribusi dalam menurunkan risiko gangguan metabolisme seperti diabetes.

  • Menjaga dan meningkatkan fungsi otak
    Puasa dapat merangsang produksi faktor neurotropik yang mendukung kesehatan sel-sel saraf, membantu menjaga daya ingat, serta menurunkan risiko penyakit neurodegeneratif.

  • Memperkuat sistem imun
    Saat berpuasa, tubuh melakukan regenerasi sel-sel imun sehingga daya tahan terhadap infeksi dan penyakit menjadi lebih optimal.

  • Mengurangi inflamasi (peradangan)
    Puasa berperan dalam menekan peradangan kronis yang sering menjadi pemicu berbagai penyakit serius.

  • Menjaga kesehatan jantung
    Dengan membantu menurunkan tekanan darah serta memperbaiki profil lemak dalam darah, puasa turut mendukung kesehatan jantung dan pembuluh darah.

Namun, keistimewaan puasa tidak berhenti pada kesehatan fisik. Ia adalah madrasah pembentuk karakter. Puasa mengajarkan keikhlasan, karena ibadah ini hanya Allah yang benar-benar mengetahui kesempurnaannya. Ia menumbuhkan kepedulian sosial melalui zakat, infak, dan sedekah yang semakin digiatkan selama Ramadan.

Manusia membutuhkan imun agar tubuhnya tidak mudah terserang penyakit. Tetapi manusia juga membutuhkan iman agar hati dan jiwanya tidak rapuh oleh godaan, iri, dengki, dan kebencian. Ketika iman dan imun berjalan beriringan, lahirlah pribadi yang kuat, sehat, dan berakhlak mulia.

Ramadan 1447 H sejatinya adalah kesempatan emas untuk membangun keseimbangan itu. Semoga puasa yang kita jalani bukan hanya menggugurkan kewajiban, tetapi benar-benar melahirkan perubahan, membentuk insan yang lebih bertakwa, lebih peduli, serta lebih sehat lahir dan batin.

Wallahu a’lam bish-shawab.

Penulis Pengasuh Pondok Pesantren Daruth Thoyyibah Karanganyar dan Sempor Kebumen, tinggal di Kedungpuji, Gombong.


Share this post
This article have

0 Comment

Leave a Comment