Karanganyar, Kebumen | YBINews – Suasana diskusi yang dinamis dan simulasi yang aplikatif mewarnai sesi ketiga Dauroh Remaja Islam Yayasan Bina Insani Kebumen yang mengangkat tema “Peran Remaja Islam dalam Gerakan Dakwah”.
Sesi ini dipandu oleh Ustadz Bambang Purwanto, S.Ag., Ketua Bidang Dakwah Yayasan Bina Insani Kebumen, dan dilaksanakan pada Kamis (1/1/2026) di SDIT Logaritma Karanganyar.
Dalam pemaparannya, Ustadz Bambang menekankan pentingnya keterlibatan aktif remaja Islam dalam berbagai ruang dakwah, baik di lingkungan sekolah, komunitas, maupun ruang digital. Remaja, menurutnya, memiliki potensi besar sebagai agen perubahan yang mampu menyampaikan pesan kebaikan dengan cara yang kreatif dan relevan dengan zamannya.
Menariknya, sesi ini tidak hanya dikemas dalam bentuk ceramah satu arah. Para peserta dibagi ke dalam 10 kelompok diskusi, terdiri atas lima kelompok putra dan lima kelompok putri, untuk membahas tema-tema dakwah yang telah ditentukan serta mempresentasikan hasil diskusi di forum.

Untuk kelompok putra, diskusi dibagi ke dalam beberapa topik, antara lain peran remaja Islam dalam berdakwah kepada kelompok sebaya melalui media sosial seperti TikTok, peran dakwah di lingkungan sekolah, serta peran dakwah di komunitas. Selain itu, peserta juga melakukan simulasi pidato perdana sebagai ketua organisasi dan praktik menjadi pembawa acara (MC) dalam kegiatan buka bersama.
Sementara itu, kelompok putri mendiskusikan tema peran remaja Islam dalam pembinaan jati diri seorang muslimah, peran dakwah di komunitas, serta isu 3F (food, fashion, fun) dalam kehidupan remaja. Tidak hanya itu, peserta putri juga melakukan simulasi penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB) kegiatan buka bersama untuk 20 peserta serta simulasi lobi kepada tokoh masyarakat dalam penggalangan dana untuk membantu korban bencana.
Seluruh kelompok tampak antusias berdiskusi, bertukar gagasan, serta menyusun strategi dakwah yang aplikatif. Antusiasme tersebut terlihat saat masing-masing kelompok mempresentasikan hasil diskusi dengan beragam pendekatan kreatif dan solutif sesuai dengan tema yang dibahas.

Pada sesi pemaparan hasil diskusi, Ustadz Bambang memberikan apresiasi atas keberanian dan kreativitas peserta dalam menyampaikan ide-ide dakwah. Ia menilai bahwa pendekatan diskusi dan simulasi mampu melatih kepercayaan diri, kemampuan berpikir kritis, serta keterampilan komunikasi remaja.
Menutup sesi, Ustadz Bambang menyimpulkan bahwa terdapat tiga prinsip utama yang harus dimiliki remaja dalam gerakan dakwah, yakni kepemimpinan (leadership), manajemen, dan komunikasi.

“Dalam gerakan dakwah, ada tiga prinsip utama yang harus dimiliki oleh remaja, yaitu kepemimpinan (leadership), manajemen, dan komunikasi. Ketiga prinsip ini menjadi bekal penting agar dakwah dapat berjalan secara efektif, terarah, dan mampu memberikan dampak nyata di tengah masyarakat,” harapnya.
Melalui sesi ini, panitia berharap para peserta tidak hanya memahami konsep dakwah secara teoritis, tetapi juga mampu mengimplementasikannya secara nyata dalam kehidupan sehari-hari sesuai dengan peran dan lingkungan masing-masing. (sfd/ny/qwn)
Read More News :
Leave a Comment