Karanganyar, Kebumen | YBINews — Dalam rangka memperkuat pemahaman kebangsaan dan peran generasi muda, Sesi Kapita Selekta pada kegiatan Dauroh Remaja Islam Yayasan Bina Insani Kebumen menghadirkan Kyai H. Yunus Anies Ridwan Al-Badri, Pimpinan Pondok Pesantren Ad-Daar Ath Thoyyibah Karanganyar, Kebumen.
Kegiatan ini diselenggarakan pada Kamis (1/1/2026) di SDIT Logaritma Karanganyar, dengan diikuti oleh puluhan remaja di bawah naungan Yayasan Bina Insani Kebumen.
Melalui pemaparannya, Kyai Yunus mengulas sejarah panjang perjuangan umat Islam di Indonesia, mulai dari masa sebelum kemerdekaan hingga dinamika kehidupan berbangsa di era modern.
Pihaknya menegaskan bahwa keterlibatan umat Islam dalam melawan penjajahan merupakan bagian penting dari perjalanan sejarah nasional yang tidak dapat dipisahkan dari proses lahirnya bangsa Indonesia.
Lebih jauh, Kyai Yunus menjelaskan bahwa perjuangan melawan penjajah tidak semata-mata dilandasi semangat kebangsaan, tetapi juga nilai keimanan yang kuat.
Mengutip pandangan sejarawan George McTurnan Kahin, Kyai Yunus menyampaikan bahwa perlawanan terhadap kekuasaan asing tumbuh dari semangat nasionalisme dalam menghadapi dominasi pihak luar dengan latar belakang budaya dan keyakinan yang berbeda.

Sejalan dengan itu, Kyai Yunus menekankan bahwa kemerdekaan Indonesia yang diproklamasikan pada 17 Agustus 1945 merupakan hasil perjuangan panjang seluruh elemen bangsa termasuk para ulama.
Nilai-nilai religius, menurutnya, turut mewarnai fondasi negara sebagaimana tercermin dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 yang menjadi pijakan bersama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Dalam konteks kekinian, Kyai Yunus mengajak para remaja untuk mengisi kemerdekaan dengan peran yang positif, produktif, dan konstruktif.
Pihaknya mengingatkan pentingnya menjaga persatuan bangsa dari berbagai pengaruh yang berpotensi melemahkan karakter dan moral generasi muda, sekaligus menegaskan bahwa remaja memegang peran strategis sebagai penerus estafet perjuangan.

Tak hanya itu, Kyai Yunus juga menekankan pentingnya membangun sikap kritis, kepedulian sosial, serta kontribusi nyata dalam kehidupan bermasyarakat.
Generasi muda, menurutnya, tidak cukup hanya menjadi penonton, tetapi harus hadir sebagai pelaku perubahan yang membawa nilai kebaikan bagi lingkungan sekitarnya.
Manurut materi, Kyai Yunus mengajak para peserta untuk menjadi generasi terbaik sebagaimana pesan dalam QS. Ali Imran ayat 110, yakni dengan menumbuhkan semangat amar ma’ruf nahi munkar serta memanfaatkan masa muda untuk hal-hal yang bermanfaat sebelum datang masa tua. (sfd/ny/qwn)
Read More News :
Leave a Comment